whatsapp image 2025 11 21 at 3.55.40 pm

Universitas Gadjah Mada (UGM), sebuah kampus yang dikenal sebagai “Kampus Kerakyatan” dan pengemban nilai-nilai kebangsaan.

🌳 Universitas Gadjah Mada (UGM): Jantung Kebudayaan, Jiwa Kerakyatan

Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta adalah simbol kecerdasan dan keberpihakan kepada rakyat. Didirikan sebagai universitas negeri pertama setelah Indonesia merdeka, UGM bukan hanya sekadar tempat menuntut ilmu, tetapi juga merupakan pewaris semangat perjuangan bangsa, filsafat Pancasila, dan budaya luhur.

📜 Lahir dari Rahim Perjuangan Bangsa

UGM secara resmi didirikan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada 19 Desember 1949. Tanggal ini sengaja dipilih karena bertepatan dengan peristiwa heroik Serangan Umum 19 Desember 1948, menyiratkan bahwa UGM adalah Universitas Perjuangan, lahir di tengah gejolak revolusi fisik.

Pada awal berdirinya, kegiatan perkuliahan UGM bahkan diselenggarakan di area Keraton Yogyakarta dan gedung-gedung seadanya. Dukungan penuh dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan masyarakat Yogyakarta ini menanamkan identitas UGM sebagai Universitas Pusat Kebudayaan dan Universitas Kerakyatan.

Nama “Gadjah Mada” sendiri diambil dari Mahapatih legendaris yang berhasil menyatukan Nusantara, melambangkan harapan UGM untuk menjadi kekuatan pemersatu bangsa melalui ilmu pengetahuan.

🏛️ Jati Diri dan Filosofi Multidisiplin

UGM memiliki lima jati diri yang dipegang teguh:

  1. Universitas Nasional
  2. Universitas Perjuangan
  3. Universitas Pancasila
  4. Universitas Pusat Kebudayaan
  5. Universitas Kerakyatan

Jati diri ini diterjemahkan ke dalam kurikulum dan aktivitas kampus yang sangat kaya dan multidisiplin. UGM memiliki jumlah fakultas terbanyak dan program studi terlengkap di Indonesia, mulai dari kedokteran, teknik, hukum, ekonomi, hingga filsafat dan kebudayaan.

Falsafah ini memastikan lulusan UGM tidak hanya ahli dalam bidang ilmunya (cendekia), tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dan memiliki komitmen tinggi untuk mengabdi (pengabdi).

🥇 Keunggulan dan Inovasi yang Berdampak

UGM secara konsisten menduduki peringkat teratas dalam berbagai pemeringkatan nasional maupun internasional, menjadikannya salah satu tujuan utama calon mahasiswa.

  • Riset Berbasis Kearifan Lokal: Banyak riset dan inovasi UGM, seperti pengembangan pangan premium (contohnya Beras Presokazi) atau teknologi kesehatan non-invasif, berangkat dari masalah dan potensi yang ada di masyarakat, mencerminkan semangat kerakyatan.
  • Pencetak Pemimpin Bangsa: UGM adalah almamater dari banyak tokoh nasional dan pemimpin negara, termasuk Presiden RI saat ini, Ir. Joko Widodo. Hal ini membuktikan kemampuan UGM dalam menempa karakter kepemimpinan yang kuat dan berintegritas.
  • Atmosfer Yogyakarta: Keberadaan UGM di Kota Yogyakarta, yang terkenal dengan biaya hidup terjangkau, budaya yang kental, dan suasana akademis yang suportif, menambah daya tarik unik bagi mahasiswa untuk tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman hidup yang berharga.

📣 Slogan yang Menggema

Meskipun semboyan resmi UGM yang baru diluncurkan adalah Merakyat, Mandiri, Berkelanjutan, semangat yang paling melekat di hati sivitas akademikanya adalah panggilan untuk mengabdi:

Mengakar Kuat, Menjulang Tinggi

Slogan ini melambangkan komitmen untuk terus berpegang teguh pada nilai-nilai budaya dan kerakyatan (Mengakar Kuat) sambil mencapai keunggulan akademik dan inovasi global (Menjulang Tinggi).

UGM adalah perwujudan cita-cita bangsa: tempat di mana kecerdasan akademis bersinergi dengan etika kebangsaan dan semangat pengabdian.

1 thought on “Universitas Gadjah Mada (UGM), sebuah kampus yang dikenal sebagai “Kampus Kerakyatan” dan pengemban nilai-nilai kebangsaan.”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *