Sebagai institusi yang punya keunggulan dan sejarah yang luar biasa, ini dia artikel tentang Institut Teknologi Bandung (ITB)
Institut Teknologi Bandung (ITB) bukan sekadar kampus teknik tertua di Indonesia; ia adalah monumen hidup sejarah, pelopor ilmu pengetahuan, dan kawah candradimuka yang terus melahirkan inovator serta pemimpin bangsa. Berdiri sejak tahun 1920 sebagai Technische Hoogeschool te Bandoeng (TH), ITB telah mematrikan jejaknya sebagai tolok ukur pendidikan tinggi teknik, sains, dan seni di Indonesia.
ποΈ Lebih dari Sekadar Bangunan Tua: Sejarah Penuh Makna
Secara resmi, Institut Teknologi Bandung diresmikan oleh Presiden RI pertama, Ir. Soekarno, pada tanggal 2 Maret 1959. Namun, akarnya jauh lebih dalam, bermula dari masa kolonial, dan kemudian menjadi saksi bisu, sekaligus aktor utama, dalam perkembangan bangsa.
Menariknya, ITB tidak hanya mencetak insinyur. Dua alumni hebat ITB telah memimpin negara ini:
- Ir. Soekarno (Presiden RI Pertama, alumni Teknik Sipil).
- Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie (Presiden RI Ketiga dan Bapak Teknologi Indonesia, alumni Teknik Mesin).
Kisah kedua tokoh ini menjadi bukti nyata bahwa ITB tidak hanya mengasah kecerdasan teknis, tetapi juga menempa daya saing global dan kapasitas kepemimpinan yang luar biasa.
β¨ Keunggulan Multidisiplin: Sains, Teknologi, Seni, dan Bisnis
Meski identik dengan teknik, “kekerenan” ITB terletak pada spektrum keilmuannya yang luas. Kampus ini adalah rumah bagi:
- Pusat Riset dan Inovasi Global: Banyak penelitian dan inovasi dari ITB diakui di kancah internasional. Mulai dari pengembangan satelit, inovasi kendaraan listrik, hingga riset energi terbarukanβITB secara konsisten menyajikan solusi nyata untuk tantangan masa depan bangsa.
- Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM): Di tengah reputasi teknisnya, SBM ITB justru menjadi salah satu sekolah bisnis terbaik, menjalin kerja sama dengan universitas top dunia, membuktikan adaptasi ITB terhadap kebutuhan multidisiplin zaman modern.
- Seni dan Desain: Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB juga merupakan salah satu yang terbaik di Asia Tenggara, menunjukkan bahwa kampus ini mengintegrasikan logika sains dengan kepekaan artistik.
- Observatorium Bosscha: ITB juga mengelola Observatorium Bosscha, teropong bintang tertua dan terpenting di Indonesia, sebagai fasilitas riset bagi Kelompok Keahlian Astronomi.
π Sistem Pendidikan yang Unik dan Progresif
ITB dikenal memiliki alur penjurusan yang unik, yaitu Tahap Persiapan Bersama (TPB) selama dua semester awal. Tujuannya:
- Memberi fondasi ilmu dasar (Matematika, Fisika, Kimia, dll.) yang kokoh bagi seluruh mahasiswa.
- Memastikan mahasiswa memiliki waktu yang cukup untuk mengenal minat dan bakatnya sebelum memilih program studi secara spesifik.
Sistem ini membantu memastikan lulusan ITB memiliki dasar keilmuan yang kuat (solid foundation) dan mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang sangat cepat di masa depan.
π‘ Fakta Keren yang Membuat ITB Tak Tertandingi
- Kampus Penuh Kisah: Kampus utama ITB, yang dikenal sebagai Kampus Ganesha, terletak di Bandung yang penuh inspirasi dan menyimpan cerita-cerita unik, mulai dari tradisi Pasar Jumat di depan Masjid Salman hingga berbagai titik gema di lingkungan kampusnya.
- Prestasi Tiada Henti: Mahasiswa ITB secara rutin menjadi juara dalam berbagai kompetisi sains, teknologi, robotik, dan bisnis di tingkat nasional maupun internasional.
- Pusat Pengembangan Berkelanjutan: ITB aktif terlibat dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan dan solusi inovatif untuk mengatasi masalah keberlanjutan, mencerminkan komitmennya terhadap masa depan bumi.
ITB adalah simbol keunggulan, tempat di mana masa lalu yang heroik bertemu dengan masa depan yang visioner. Menjadi bagian dari ITB bukan sekadar meraih gelar; ini adalah tentang menjadi bagian dari warisan intelektual dan motor penggerak kemajuan Indonesia.
